Cari Blog Ini
Senin, 28 September 2015
Dear Sahabat
Persahabatan itu tumbuh seiring berputarnya waktu. Dengan pupuk kebersamaan dan rasa tak mau hilang sebuah persahabatan akan selalu tumbuh. Cacian demi kebaikan akan selalu memperkuat akar persahabatan kita. Batang yang kuat tempat kita tumbuh menghargai satu sama lain menjadikan kita mengerti pentingnya keterbukaan dalam hati. Bukan soal apa yang hanya membuat kita senang,tetapi sedih pun juga. Daun yang rimbun tempat berteduh yang nyaman bertukar cerita sepulang sekolah. Dan bunganya adalah sejati,teman yang sejati. Layaknya pohon yang terus di pupuk di rawat hingga besar,akar kuat,batang kokoh,daun rimbun dan bunga yang indah itu akan menjadi seperti persahabatan kita. Yang terus aku semogakan kita selalu bersama. Entah setelah kita lulus nanti kita berpisah,ku harap kita bisa luangkan waktu bersama minum kopi dan membangun mimpi bersama. Ingatlah kita pernah melewati masa susah senang bersama kan? Bawalah sampai tua dan ceritakan pada anak cucu kita esok,aku bangga mempunyai sahabat seperti kalian.
Sabtu, 19 September 2015
Lucu
Lucu tau,waktu bisa liat kamu ketawa lepas. Tapi sayang kamu ketawa bukan sama aku. Liat kamu bahagia aja aku seneng apa lagi kalau kamu bahagia karena aku. Mungkin dulu kalau aku nggak ngejauh dari kamu,sekarang kita ketawa bahagia(mungkin) tapi itu dulu. Sekarang mah liat kenyataannya aja. Aku sering cemburu liat kamu ketawa lepas sama orang lain. Aku sedih kamu bahagia sama orang lain,karena aku nggak bisa milikin kamu. Dari hal seperti ini aku sering jadi munafik ke orang orang. "Ehh dia pacarnya anu lhoo" "oh ya? Ihhh ikut seneng deh mereka cocok banget kok" padahal mah dalem hati ngarep banget aku yang jadi ceweknya. Andai kalau aku dulu jadi sama kamu,aku pasti nggak jadi orang munafik. Dan bagaimanapun caranya aku akan bahagia asal sama kamu. Mungkin kata kata tadi banyak yang bilang lebay,tapi itu yang aku rasain. Dan aku yakin pasti kamu juga pernah ngerasain hal yang sama. Jujur ya,sampai saat ini dari 2tahun lalu aku masih dihantui dengan penyesalan atas kesempatan kedua yang di kasih ke aku tapi aku tak memanfaatkanya. Betapa berartinya kesempatan itu bagi si pemberi kesempatan. Dia rela dibohongi untuk yang hampir ke 2 kalinya untuk orang yang memanfaatkan kesempatan dan dia rela dibohongi untuk yang kedua kalinya oleh si pembuang kesempatan. Dunia berputar. Kadang di atas dibawah dan kadanng kita merasa tak berada di atas dan bawah. Syukuri. Sekarang aku lagi dibawah. Aku mengejar si pemberi kesempatan yang ke 3 kalinya dan berjanji tak akan membuatnya kecewa untuk kesekian kalinya. Tapi saat ini belum saat nya aku berhasil. Tapi aku harus yakin. Nanti akan ada waktunya semua yang ku katakan di awal tadi menjadi bersamaku.
Langganan:
Postingan (Atom)
