Cari Blog Ini

Jumat, 22 Mei 2015

kesalahan terindah

Kesalahan terindah yang pernah kubuat adalah mencintaimu.aku sadar mencintaimu adalah kesalahanku,tetapi aku mensyukuri kesalahan itu. Kesalahan yang membuatku terus merasakan cinta dan rasa ingin memilikimu. Penyesalan tak pernah menuntutku tuk berhenti membuat kesalahan lagi,agar ku tak terus rasakan laranya. Bayangan hadirmu selalu mengikuti langkahku pergi. Ingin melupakan tapi tak bisa tuk lupa,bahkan aku menolak tuk lupa. Rasa yang kau tinggalkan masih membekas hangat,kenangan setelah kau tinggal pergi. Disini aku masih berbuat kesalahan. Rasa tak ingin melupakan,ku paksa tuk lupa tapi tak berdaya. Aku terjatuh dan rasakan sakit yang dalam. Kau tinggal pergi dan tak bisa melupakanmu. Terasa sempurna rasanya. Indah memang kuingat. Tapi sakit menyusulnya,sadar kau telah hilang. Aku tau kesalahan yang kubuat adalah rasa cintaku padamu yang tak pernah kusesali. Walau pada akhirnya ku sendiri disini,bersama sisa kenangan darimu. Rasa yang indah dan kesalahan yang tak pernah salah. Aku (masih) mencintaimu.

Rabu, 06 Mei 2015

rasa yang sama

Hingga sampai saat ini rasaku masih sama terhadap orang yang sama.
Orang yang pernah membangkitkanku saat aku berputus asa dan tak mengerti cara berdiri lagi. Orang yang memberiku semangat menjalani hidup ini hingga aku tau betapa beratinya seseorang saat kita sadar ia telah pergi. Dan orang yang pernah memberiku rasa,berbagai rasa kecewa,susah,senang,cinta dan sayang. Aku tau semua itu telah menjadi kenangan yang tidak akan terulang lagi,bisa terulang dengan orang lain dan lain rasa. Kadang aku masih mengkhayalkanmu masih bersamaku,masih disini dengan rasa yang sama,bahkan aku tak berfikir kita akan berjalan sejauh ini sendiri,sendiri bersama bayangan kita masing masing. Dan bahkan aku tak pernah berfikir untuk jauh darimu. Dan sekarang kita jauh,kita sudah bahagia dengan cara kita sendiri,entah itu dengan orang lain menghibur kita atau kita sendiri tau betapa kuatnya kita untuk menangis. Caraku membahagiakanku sendiri setelah kau pergi dengan menuangkan segala yang kurasa lewat kata,agar aku bisa mengurangi lara ini. Begitu hebatnya kamu sampai membuatku tak kuasa menumpahkan air mata. Sekali lagi aku masih mampu bertahan dengan orang yang sama dan rasa yang sama,walaupun orang itu telah pergi. Jika suatu saat ia menengok kebelakang saat ia terjatuh dan menyadari masih ada aku di belakangnya.