Cari Blog Ini

Kamis, 15 Oktober 2015

Kamu Tujuhbelas Januariku

Kamu yang paling berarti. Kamu yang masih membekas di hati. Kamu juga yang belum hilang sepenuhnya dari ingatanku. Kenangan-kenangan itu masih jelas terputar di ingatanku saat sekilas ku memikirkanmu. Pertama ketemu. Pertama kita chat. Pertama kita merasakan hal yang sangat sulit untuk dilupakan. Aku selalu menunggu balasan balasan chat dari kamu. Yang ku balas dengan sangat antusias pastinya. Yang terus kuingat sampai saat ini. Kamulah yang mampu membuatku tersenyum kecil saat membaca history chat kita. Kamulah yang mampu membuatku tertawa saat melihat fotomu di contact line ku. Kamulah yang membuatku meneteskan air mata saat ku sadar kita bukan kita yang dulu. Bukan kamunya aku. Bukan akunya kamu lagi. Sekarang kamu udah milik dia. Lucu tau waktu kita ketemu di jalan tapi kita malah cuek cuekan? Dulu kita pernah saling tak mau kehilangan satu sama lain? Ingat kan?? Kamu dulu bilang nggak mau pasang foto aku di akun media sosial kamu,karena kamu takut aku di ambil orang lain? Berlebihan mungkin tapi itu kita yang dulu. Pernah saling tak mau kehilangan. Dan akhirnya kamu lepasin aku dan akupun lepasin kamu dengan sedikit rasa tak rela. Karena dalam hal itu aku masih sayang. Hal itu juga yang membuatku sering merindukan kamu. Hihihi udahlah,aku tidak mau terjebak terlalu lama dalam ingatan yang hanya membuatku merasakan saat kamu melepasku. Sungguh,aku tak mau kehilanganmu saat itu. Terus kata temenku
"Udahlah jangan disesali,toh kalau kamu bertahan rasa sakitnya akan semakin parah,udah lepasin aja"
Sekarang aja aku dapet ide buat nulis ini karena liat foto kamu di beranda LINE aku. Dan difoto itu,kamu terlihat sangat lucu. 
Kamu masih seperti yang dulu ya? 
Tak berubah sedikitpun.
Iyalah. Kamu dulu yang membuat aku bisa lupa waktu.
Ahh udahlah,aku nggak mau terjebak sama masa lalu itu lagi. 😣

Kamu tujuhbelas januariku. Mata indah anak pertama.

Dan perjalanan melupakanmu masih sangat panjang. Akan kumulai dari sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar