Cari Blog Ini

Sabtu, 19 September 2015

Lucu

Lucu tau,waktu bisa liat kamu ketawa lepas. Tapi sayang kamu ketawa bukan sama aku. Liat kamu bahagia aja aku seneng apa lagi kalau kamu bahagia karena aku. Mungkin dulu kalau aku nggak ngejauh dari kamu,sekarang kita ketawa bahagia(mungkin) tapi itu dulu. Sekarang mah liat kenyataannya aja. Aku sering cemburu liat kamu ketawa lepas sama orang lain. Aku sedih kamu bahagia sama orang lain,karena aku nggak bisa milikin kamu. Dari hal seperti ini aku sering jadi munafik ke orang orang. "Ehh dia pacarnya anu lhoo" "oh ya? Ihhh ikut seneng deh mereka cocok banget kok" padahal mah dalem hati ngarep banget aku yang jadi ceweknya. Andai kalau aku dulu jadi sama kamu,aku pasti nggak jadi orang munafik. Dan bagaimanapun caranya aku akan bahagia asal sama kamu. Mungkin kata kata tadi banyak yang bilang lebay,tapi itu yang aku rasain. Dan aku yakin pasti kamu juga pernah ngerasain hal yang sama. Jujur ya,sampai saat ini dari 2tahun lalu aku masih dihantui dengan penyesalan atas kesempatan kedua yang di kasih ke aku tapi aku tak memanfaatkanya. Betapa berartinya kesempatan itu bagi si pemberi kesempatan. Dia rela dibohongi untuk yang hampir ke 2 kalinya untuk orang yang memanfaatkan kesempatan dan dia rela dibohongi untuk yang kedua kalinya oleh si pembuang kesempatan. Dunia berputar. Kadang di atas dibawah dan kadanng kita merasa tak berada di atas dan bawah. Syukuri. Sekarang aku lagi dibawah. Aku mengejar si pemberi kesempatan yang ke 3 kalinya dan berjanji tak akan membuatnya kecewa untuk kesekian kalinya. Tapi saat ini belum saat nya aku berhasil. Tapi aku harus yakin. Nanti akan ada waktunya semua yang ku katakan di awal tadi menjadi bersamaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar